Segarkan: Cabai Merah (data + berita terbaru)

Diperbarui 6 November 2026 · Pangan Indonesia

Harga cabai merah rata-rata nasional Rp76.800 per kg pada 27 Oktober 2026 — turun 4,9% dibanding sepekan lalu (20 Oktober 2026), dan naik 16,3% dibanding sebulan lalu (28 September 2026). Angka ini kami tarik langsung dari pantauan PIHPS Bank Indonesia di pasar tradisional, dan diperbarui setiap hari.

Data Harga Terkini

KeteranganHargaCatatan
Harga rata-rata nasionalRp76.800/kg27 Oktober 2026
Sepekan lalu (20 Oktober 2026)Rp80.750/kgturun 4,9%
Sebulan lalu (28 September 2026)Rp66.050/kgnaik 16,3%
Termurah: Jawa TimurRp41.750/kgprovinsi
Termurah: BaliRp49.700/kgprovinsi
Termahal: GorontaloRp121.250/kgprovinsi
Termahal: PapuaRp113.300/kgprovinsi

Sumber: PIHPS Bank Indonesia (pasar tradisional), 27 Oktober 2026. Pantauan kami mencakup 18 provinsi, 52 kota/kabupaten, dan 95 pasar.

Harga cabai merah sekarang 76.800 per kg. Apa artinya buat kamu yang jualan?

Kenapa Harganya Turun dari Sepekan Lalu?

Harga turun hampir lima persen dari seminggu lalu. Bisa jadi panen lagi masuk ke pasar-pasar besar, pasokan bertambah. Tapi jangan lupa, di beberapa daerah harganya masih naik karena kiriman susah atau cuaca kering.

Perhatikan berita dari Ambon dan Bukittinggi, harga melonjak karena pasokan seret. Artinya, turunnya harga nasional ini belum tentu kamu rasakan di lapak sendiri. Cek harga kulakan di daerah kamu dulu.

Bagaimana Pola Harganya Gerak?

Lihat angka satu bulan lalu, harga naik signifikan. Pola ini biasa: naik saat pergantian musim atau gagal panen, turun saat petani serempak panen. Penyebabnya ya faktor cuaca dan panjangnya jalur distribusi.

Ongkos kirim dan ketersediaan truk juga pengaruh besar. Kalau di daerah kamu harga mahal, bisa jadi bukan karena barang langka, tapi ongkos kirim dari sentra produksi yang bengkak. Itu makan margin kamu.

Kapan Waktu yang Tepat Kulakan?

Ini kuncinya: bandingkan harga harian di kota kamu dengan angka nasional itu. Kalau harga di kamu jauh di bawah rata-rata nasional, itu sinyal bagus untuk kulakan atau tambah stok.

Sebaliknya, kalau harga jual kamu sudah di atas angka nasional, lebih baik tahan dulu. Tunggu sampai ada informasi kiriman baru atau harga kulakan turun. Jangan memaksakan beli saat harga lokal lagi tinggi.

Di Mana Stok Termurah Buat Kulakan?

Buat yang jualan besar atau punya akses kiriman antardaerah, lihat provinsi termurah. Jawa Timur dan Bali harganya jauh di bawah nasional. Bisa jadi peluang kalau kamu bisa atur logistik dari sana.

Tentu, hitung matang ongkos kirimnya. Kadang harga barang murah, tapi ongkos kirim malah bikin modal membengkak. Pastikan total modal masih bisa kasih margin yang wajar.

Bagaimana Cara Jaga Margin Tetap Aman?

Cabai cepat busuk. Pantau harga harian, jangan terlalu banyak nyetok kalau lihat tren harga mulai turun nasional. Ambil untung secukupnya per hari, jangan serakah pas harga naik.

Kalau ada pelanggan tetap, komunikasi baik-baik soal fluktuasi harga. Lebih baik jual dengan margin tipis tapi lancar daripada nabung stok menunggu harga naik, eh malah busuk dan rugi besar.

Buat Pedagang: Cek Dulu Sebelum Kulakan

Harga gerak tiap hari dan beda tiap daerah — selisih sedikit bisa jadi untung-rugi buat yang jualan. Cek harga cabai merah hari ini per provinsi: kalau di daerahmu di bawah rata-rata nasional, itu sinyal kulakan. Bandingkan harga antar kota buat cari stok termurah, atau pantau pasar induk.

Sumber Pemberitaan

Pemberitaan media nasional yang kami rujuk untuk konteks di atas (tautan via Google Berita):

Pertanyaan Umum

Kapan waktu kulakan yang pas?

Pagi hari sebelum jam 9, saat harga grosir baru dibuka dan stok masih segar. Hindari kulakan jelang siang saat harga pasar sudah naik.

Di kota/provinsi mana stok termurah?

Biasanya dari sentra produksi seperti Brebes (Jawa Tengah) atau Sumatera Utara. Harga dari sana lebih rendah sebelum ditambah biaya kirim.

Gimana jaga margin jual?

Hitung semua biaya, dari beli sampai bungkus. Jual dengan harga pasaran, misal Rp76.800, dan tawarkan barang lain agar pembeli belanja lebih banyak.

Kenapa harga beda antardaerah?

Karena pengaruh jarak dari sentra, biaya transportasi, dan permintaan lokal. Daerah jauh dari kebun biasanya harga jualnya lebih tinggi.

Apa tanda-tanda harga mau gerak naik/turun?

Lihat cuaca ekstrem, ada gagal panen, atau hari besar keagamaan. Pasokan sulit dan permintaan naik bisa jadi sinyal harga naik.

Cara pantau harga harian gimana?

Pantau grup pedagang di media sosial, cek situs info harga dari pemerintah, dan tanya langsung ke supplier atau pasar induk setiap pagi.

Sumber: PIHPS Bank Indonesia. Angka rata-rata pasar tradisional, biasanya H-1; harga lapangan dapat berbeda.
Bagikan halaman ini: